PERANAN OBAT GOLONGAN STATIN

Ivana Purnama Dewi, Maria Silvia Merry

Abstract


Statin adalah kelas obat penurun lipid. Statin menghambat secara kompetitif koenzim 3-hidroksi-3-metilglutaril (HMG-CoA) reduktase, yakni enzim yang berperan pada sintesis kolesterol, terutama dalam hati. Penghambatan enzim ini menyebabkan penurunan konsentrasi kolesterol seluler sementara, yang kemudian mengaktifkan kaskade sinyal seluler dan berpuncak pada aktivasi protein pengikat elemen regulasi sterol (SREBP), faktor transkripsi yang mengatur ekspresi gen yang mengkodekan reseptor LDL. Ekspresi reseptor LDL yang meningkat menyebabkan peningkatan penyerapan LDL plasma dan akibatnya menurunkan kadar kolesterol LDL dalam plasma. Sekitar 70% reseptor LDL diekspresikan oleh hepatosit dan sisanya diekpresikan oleh berbagai sel di dalam tubuh. Beberapa guidelines merekomendasikan statin sebagai pengobatan farmakologi lini pertama untuk menurunkan kadar LDL pada pasien. Selain menurunkan LDL, statin terbukti bermanfaat dalam pencegahan primer maupun pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular bagi pasien yang memiliki faktor resiko tinggi. Beberapa randomized clinical trial, seperti Myocardial Ischemia Reduction with Aggressive Cholesterol Lowering (MIRACL) dan Pravastatin or Atorvastatin Evaluation and Infection Theraphy (PROVE-IT), menunjukkan bahwa statin menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular, dimana efek statin sendiri adalah menurunkan progresivitas dari pembentukan plak atherosklerotik. Studi lain menyatakan bahwa penggunaan statin bermanfaat meningkatkan outcome setelah mendapat serangan stroke. Penggunaan statin dengan segera menurunkan kadar lipid sehingga dapat meningkatkan outcome dan mengurangi resiko terjadinya stroke. Hal ini dikarenakan adanya efek pleiotropik dari statin. Efek pleiotropik statin antara lain; meningkatkan fungsi endotel melalui penambahan produksi oksida nitrit dan anti oksidan serta efek antikoagulan. Melalui mekanisme inilah peningkatan outcome setelah penggunaan statin dapat terjadi. Selain efek yang disebut di atas ternyata terdapat efek statin yang lain, dimana statin juga memiliki efek imunnomodulator yang dianggap dapat meningkatkan outcome setelah stroke iskemik akut. Pada terbitan edisi ini, BIKDW mengangkat topik yang sangat menarik mengenai penelitian yang berkaitan dengan Peranan obat golongan statin terhadap luaran status fungsional pasien stroke iskemik berulang. Semoga artikel ini dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan kita mengenai salah satu peranan statin dalam penanganan penyakit kardiovaskular.

Keywords


Editorial, statin

Full Text:

PDF

References


Suyatana FD. Farmakologi dan Terapi: Hipolipidemik. Edisi 5. Jakarta: Balai penerbit FKUI. 2007; 373-88.

World Heart Organisation. The 10 leading cause of death in the world, 2000 and 2011 [internet]; 2014 [updated 2013 July; cited 2014 Mar 1]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs310/en/

Vauthey, C., de Freitas, G.R., Van, M.G., Devuyst, G., Bogousslavsky, J. ‘Better outcome after stroke with higher serum cholesterol levels’. Neurology. 2000; 23:1944-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.21460/bikdw.v2i3.75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.