PROFIL HEMATOLOGIK BERDASARKAN JENIS PLASMODIUM PADA PASIEN MALARIA RAWAT INAP DI RSK LINDIMARA, SUMBA TIMUR

Henryanto Irawan, Maria Silvia Merry, Nining Sri Wuryaningsih, Tri baskoro TS

Abstract


Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang
masih banyak ditemukan di negara tropis dan sub tropis. Data WHO pada tahun
2013 diperkirakan 197 juta kasus malaria dengan angka kematian sekitar
584.000 orang. Di Indonesia kasus malaria pada tahun 2013 sebesar 343.527
kasus. Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah endemis malaria dengan
angka kejadian malaria yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 6.266 kasus.
Tujuan: Menganalisis gambaran hematologik malaria terutama angka
eritrosit dan hemoglobin berdasarkan jenis Plasmodium, distribusi berdasarkan
data demografi (jenis kelamin, umur, dan pekerjaan) dan rejimen obat anti malaria
yang digunakan.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan
metode potong lintang. Data berasal dari data rekam medis 262 pasien malaria
yang rawat inap di Rumah Sakit Kristen Lindimara bulan Juli 2014 - Desember
2014. Data dianalisis secara univariat dan uji T.
Hasil: Sebanyak 262 subjek penelitian sebanyak 210 orang (80,2%)
terinfeksi Plasmodium falcifarum dan 52 orang (19,8%) terinfeksi Plasmodium
vivax dengan derajat infeksi ringan (69,5%). Hasil uji T terhadap gambaran klinis,
angka eritrosit (p=0,380) dan kadar hemoglobin (p=0,523) menunjukkan tidak
terdapat perberdaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium (p>0,05).
Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada perempuan
(53,1%), umur ≥ 15 tahun (54,6%) dan sebagian besar adalah pelajar (43,1%).
Rejimen obat anti malaria yang digunakan ialah kombinasi kina dan primakuin
(75,6%).
Kesimpulan: Kejadian malaria di RSK Lindimara paling banyak
disebabkan oleh Plasmodium falcifarum (80,2%) dibandingkan dengan
Plasmodium vivax (19,2%). Berdasarkan gambaran klinis, angka eritrosit dan
kadar hemoglobin tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis
Plasmodium (p>0,05). Kombinasi kina dan primakuin merupakan obat pilihan
pertama di RSK Lindimara (75,6%).

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21460/bikdw.v2i2.62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.