VIPERIDAE SNAKE BITE: KASUS SERIAL

Alfi Rizky Medikanto, Lothar Matthaeus Manson Vanende Silalahi, Sri Sutarni

Abstract


Latar Belakang: Gigitan ular merupakan salah satu kegawatdaruratan medis dan penyakit akibat okupasi yang sering diabaikan oleh tenaga medis, paramedis maupun pemangku kebijakan kesehatan sehingga sangat terbatas untuk dipelajari karena sistem pelaporan yang lemah. Ular golongan Viperidae sering ditemukan di wilayah Asia Tenggara memiliki bisa dengan kandungan hematotoksin dengan mekanisme aktivasi faktor koagulasi, trombositopenia, hiperfibrinolisis, dan koagulasi intravaskular luas.
Laporan Kasus: Dilaporkan dua kasus gigitan ular golongan Viperidae. Kasus pertama seorang pria, 73 tahun datang dengan gigitan ular pada pergelangan kaki kiri. Pasien mengalami penurunan kesadaran, anemia, koagulopati, insufisiensi renal, dan perdarahan saluran kemih. Pemeriksaan funduskopi dan CT scan kepala tidak didapatkan perdarahan. Kasus kedua adalah seorang pria, 58 tahun datang dengan gigitan ular pada pergelangan kaki
kanan. Pasien mengalami penurunan kesadaran, anemia, gangguan fungsi hati, koagulopati, perdarahan saluran kemih, dan hiponatremia.
Kesimpulan: Manifestasi klinis gigitan ular Viperidae dapat berefek pada sistem koagulasi dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, kardiovaskular dan urogenital

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21460/bikdw.v2i2.61

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.