EFEKTIFITAS PERMAINAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL DIBANDINGKAN NEUROFEEDBACK TERHADAP PENURUNAN DERAJAT DEPRESI PADA PASIEN DEPRESI PASCA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANG

Sumarni DW, Mahar Agusno, Santi Yuliani

Abstract


Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat, dengan
kekambuhan berulang. Pasien seringkali mengalami gejala depresi. Perasaan
putus asa akan kondisi penyakitnya yang tidak kunjung sembuh membuat pasien
terpuruk dan kehilangan keyakinan terhadap masa depannya. Konsumsi obat
terus menerus yang menimbulkan rasa bosan dan menurunkan tingkat
kepatuhan sangat mengganggu proses kesembuhan pada pasien skizofrenia.
Banyaknya jumlah obat yang harus mereka konsumsi, akan memperberat
depresi, berisiko melakukan tindakan bunuh diri. Terapi permainan kearifan
budaya lokal dan neurofeedback merupakan salah satu tatalaksana
nonfarmakoterapi yang dapat digunakan terhadap depresi pada pasien pasca
skizofrenia.
Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas terapi permainan kearifan budaya
lokal dibandingkan neurofeedback terhadap penurunan derajat depresi pada
pasien depresi pasca skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Bahan dan Cara: Jenis penelitian eksperimental semu dengan rancangan
pretest dan post test control design. Subyek penelitian adalah pasien depresi pasca
skizofrenia di RSJ Prof.Dr. Soerojo Magelang
Alat penelitian yang dipergunakan adalah: (1) peralatan permainan kearifan
budaya lokal; (2) alat elektromedik neurofeedback; (3) Beck Depression Inventory
(BDI); (4) kuesioner sosio-demografi. Responden dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
kelompok yang diberi perlakuan permainan kearifan budaya lokal, kelompok yang
diberi neurofeedback, kelompok yang diberi permainan kearifan budaya lokal dan
neurofeedback, dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Efektifitas
perlakuan diukur melalui pembandingan data derajat depresi sebelum perlakuan
dengan data derajat depresi setelah perlakuan. Teknik analisis statistik yang
dipergunakan adalah F-test dan 2-test, dengan  = 5%.
Hasil: Terjadi penurunan skor depresi yang signifikan pada kelompok
responden yang diberi perlakuan permainan kearifan budaya lokal (-61,6%; Fh =
336,135; p < 0,01), neurofeedback (-64,8%; Fh = 265,283; p < 0,01), gabungan
permainan kearifan budaya lokal dan neurofeedback (-74,5%; Fh = 397,093; p <
0,01), maupun pada kelompok kontrol (-47,4%; Fh = 106,333; p < 0,01).
Kesimpulan: Pemberian permainan kearifan budaya lokal dan
neurofeedbak merupakan metode yang efektif untuk menurunkan derajat depresi
pada pasien depresi pasca skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21460/bikdw.v1i3.27

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.